JAKARTA, Gemarnesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi ekonomi dan sosial yang terjadi di tanah air belakangan ini. Hal tersebut diungkapkannya setelah menerima dan mencermati sejumlah data berkala beberapa pekan usai resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Menurut Presiden Prabowo, angka pertumbuhan ekonomi nasional yang mencatatkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Ada anomali yang menjadi sorotan tajam Kepala Negara, yakni fenomena penurunan jumlah kelas menengah serta meningkatnya angka kemiskinan di tengah narasi pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh.
“Bagaimana pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dapat terjadi bersamaan dengan melemahnya kondisi sosial sebagian masyarakat?” ujar Presiden Prabowo mempertanyakan situasi tersebut.
Ajakan Kolaborasi untuk Solusi Nyata
Menyikapi tantangan besar ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ia mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari jajaran kementerian, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas—untuk bersama-sama membedah akar persoalan dan merumuskan solusi konkret.
Langkah ini diambil demi memastikan bahwa kue pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke depan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada yang tertinggal (Gemarnesia).
